Jumat, 30 November 2012

293. Benarkah Kita Dalam Serba Kekurangan


Assalammualaikum teman-teman,

Banyak sekali kekurangan dalam diri kita. Kurang mancung. Kurang putih. Kurang kaya. Kurang pintar. Dan beragam macam kurang-kurang lainnya. Oleh karena itu, kita tidak pernah kekurangan alasan untuk bersembunyi dibalik serba kekurangan yang kita miliki. Sampai-sampai, alasan yang kita kemukakan itu tidak lagi bisa diterima akal karena sama sekali tidak bermutu. Herannya, semakin hari kita semakin nyaman dengan beragam alasan itu. Seolah-olah kita sudah menjadi sahabat terbaik bagi para alasan dan enggan beranjak barang sedikit saja dari tempat persembunyian itu. Padahal, kita percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dan kita juga percaya bahwa dibalik ketidaksempurnaan itu; ada orang-orang yang bisa menghasilkan pencapaian tinggi. Tapi, mengapa bersembunyi dibalik kekurangan diri ini kok terasa begitu nikmat?

Akhir tahun lalu, saya mengikuti bowling fun game. Dengan modal keterampilan main bowling yang nol besar ini, saya berhasil memenangkan hadiah berupa 3 lembar voucher masing-masing bernilai seratus ribu rupiah. Jadi, pasti kemenangan itu merupakan ’keberuntungan seorang pemula’. Beberapa hari yang lalu, voucher itu ’ditemukan’ kembali terselip dibuku catatan saya. Lalu, saya menggunakannya untuk mampir disebuah cafeshop. Sekedar nongkrong sejenak selepas mengikuti kelas fitness. Sekarang Anda sudah tahu bahwa saya berani masuk kesana gara-gara memiliki voucher itu; sehingga saya cukup mengeluarkan uang 15 ribu rupiah saja untuk makan berdua rada gaya. Kalau tidak ada voucher itu; saya tidak makan disitu, haha.

Ketika tengah menikmati ice blended vanilla dan smoked beef cake itu mata saya tertuju kepada sebuah meja dimana disana tengah bersantap siang sebuah keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak yang lucu-lucu. Anak-anak sibuk bermain. Sang Ibu sibuk menyuapi mereka. Sedangkan sang Ayah terlihat asyik melayani pertanyaan-pertanyaan anak-anak sambil terus bekerja dengan lap-topnya. Sungguh, saya terkesan dengan lelaki seumuran saya itu. Entah mengapa, saya merasa ada ’aura’ kuat yang terpancar dari dalam dirinya. Ketika itu saya merasa seolah tengah memandang seorang bintang dengan segenap profesionalisme dan kompetensi. Padahal, saya tidak mengenalnya.

Saya tidak berhenti mencuri pandang kearahnya. Seperti ketika remaja dulu mencuri pandang ke arah gadis pujaan hati. Bedanya, dulu saya melakukan itu karena perasaan suka kepada kecantikan yang memukau. Sekarang, karena sebuah kekaguman. Diam-diam, dalam hati saya berbisik; ingin rasanya meniru orang itu.

Saya mengira bahwa kekaguman itu akan berhenti sampai disitu. Tetapi saya keliru seratus persen. Saya termangu ketika menyaksikan pemandangan lain sesaat setelah itu. Yaitu, ketika orang itu berubah posisi duduk dan serta merta saya menyadari bahwa ternyata orang itu memiliki keistimewaan lain yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Tahukah anda apa keistimewaan itu? Beliau memiliki satu kaki.

Sekarang saya jadi malu kepada diri sendiri. Dengan kesempurnaan fisik ini pun saya masih saja bersembunyi dibalik seribu satu alasan untuk membesar-besarkan kekurangan diri. Sehingga saya bisa dengan mudahnya menyerah. Lalu, memilih untuk bersikap pasif. Lalu menjadi orang yang tidak berbuat apa-apa secara produktif.

Betapa banyak orang yang diberi kesempurnaan penciptaan seperti kita, namun mempunyai mental yang lembek. Betapa banyak orang yang memiliki kelengkapan fisik seperti kita, namun setiap hari berkubang dengan keluh kesah. Padahal, betapa Tuhan telah memberi lebih banyak dari yang kita butuhkan; tapi, kita masih saja memenjarakan diri didalam kotak berlabel ’kurang’.

Saat ini, rasanya kok saya masih duduk dihadapan orang hebat di cafe itu. Dan saya masih merasakan semangatnya berputar-putar diatas kepala saya. Seolah dia berubah menjadi malaikat bersayap indah, lalu berkata; ”Keluarlah dari tempat persembunyianmu..... Karena, Tuhan telah memberimu segala yang engkau butuhkan, untuk menjalani hidupmu…..”

Menyadari kekurangan diri bisa menghindarkan kita dari sifat sombong. Namun, terlalu membesar-besarkan kekurangan diri pun bisa melupakan kita akan betapa banyak nikmat yang sudah kita dapat.

Selasa, 27 November 2012

292. Pikiran Anda Membentuk Hidup Anda


"Arghhh.... Tikus!"

Teman saya Tina berteriak dengan histeris dan melompat terkejut ketika menemukan bahwa ada tikus melewati dirinya.

Ia terlihat shock dan mengigil menemukan sebuah tikus melewati dirinya kurang dari 1 meter.

Tikus tersebut merupakan tikus rumah berwarna hitam yang terkadang kita temukan di jalan ketika hari menjelang malam.

Nah, mengapa saya menceritakan mengenai hal ini kepada Anda?

Anda lihat, ada hal aneh yang membuat saya berpikir..

Mengapa ia sangat takut melihat tikus berada di dekatnya? Tikus tersebut tidak mengigitnya atau berlari ke arah kakinya.. Namun anehnya, ia shock seperti orang yang benar-benar mengalami ketakutan yang besar.

Tikus tersebut membuat takut dirinya tetapi tikus yang sama tidak memberikan ketakutan apapun kepada saya ataupun teman-teman saya yang lain.

Banyak orang menjalani hidup dengan sebuah pandangan yang salah terhadap sesuatu. Mereka melihat masalah yang sebetulnya tidak eksis. Mereka merasa seperti ketakutan ketika mereka baik-baik saja dan mereka melihat hal kecil dan membesarkannya sehingga menjadi krisis besar.

Saya ingat sebuah kalimat,"Perception is reality". Cara Pandang adalah sebuah realitas.

Seperti cerita diatas, bukanlah tikus tersebut yang salah. Tidak ada yang salah sama sekali dengan tikus tersebut. Namun, cara pandang terhadap tikus tersebut bagi diri masing-masinglah yang berbeda. Tina melihat tikus sebagai ancaman besar bagi kehidupannya.


Tetapi banyak orang tidak mengerti akan hal ini. Mereka cenderung berpikir bahwa itu adalah tentang "apa yang ada diluar" ... sesuatu yang datang kepada mereka yang membuat mereka bangkrut, sakit, tidak bahagia, tidak sehat... Anda mendapatkan idenya bukan?

Mereka tidak tahu mengenai "5 Kata Magis"

PIKIRAN ANDA MEMBENTUK HIDUP ANDA.

Dengarkan baik-baik. Apa yang Anda lihat di dalam hidup (di dunia diluar) diciptakan oleh apa yang Anda LIHAT di dalam dunia Anda terlebih dahulu (apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda rasakan, dan apa yang Anda visualisasikan dalam pikiran Anda).


Jadi jikalau Anda melihat di dalam kehidupan, Anda merasa seperti Anda tidak maju, merasa bahwa Anda selalu bangkrut atau Anda tidak dapat mendapatkan kesuksesan yang Anda inginkan.. Anda harus merubah BAGAIMANA cara Anda memandang segala sesuatu.

Karena ketika Anda mengubah cara pandang Anda terhadap segala sesuatu, segala sesuatu yang Anda lihat akan berubah.

Maka jikalau lain kali Anda merasa diri Anda di dalam situasi dimana Anda berpikir seperti:

* Ini tidaklah cukup
* Saya tidak sanggup membayar ini
* Saya tidak akan pernah bisa maju
* Saya tidak cukup baik
* Saya tidak bisa menemukan cinta sejati

Sadari bahwa ini adalah masalah "persepsi" dan PILIHAN untuk melihat hidup Anda dalam kesuksesan dan kemakmuran, mengetahui bahwa Anda tidak akan kekurangan sesuatu apapun juga... ini adalah persepsi Anda.

Karena ketika Anda memulai membayangkan apa yang Anda inginkan dibandingkan dengan apa yang tidak Anda inginkan.. Sesuatu yang luar biasa akan terjadi.

Sama seperti cerita diatas, jikalau Anda ingin menghilangkan ketakutan Anda dalam tikus atau segala sesuatu.. Anda harus mencari tahu terlebih dahulu mengapa Anda takut dan rubahlah cara pandang Anda terhadap ketakutan Anda.

Minggu, 04 November 2012

291. 1001 Arti Cinta


Baik itu hanya berupa kata sifat, atau di ilustrasikan dengan suatu hal.


Mencari Cinta ibarat kupu – kupu, makin dikejar makin susah ditangkep. Ngga dikejar malahan nyamperin. Mendapat cinta Ibarat mawar, bisa aja dapet wanginya, kadang2 harus terluka karena durinya


Cinta bukan kupu – kupu atau mawar, bukan juga termasuk dalam golongan benda seperti dalam ilmu IPA waktu kita sekolah dulu (padat, cair, gas). Bukan juga sifat. Cinta adalah rasa, tapi bukan yang bisa dirasa dengan indera seperti juga dalam pelajaran SD dulu.


Universal ? Barangkali ini mendekati pas. Tergantung penilaian dan pengertian masing – masing individu. Tergantung waktu dan ruang. Cinta adalah penilaian dari nurani. Yang memberikan kedamaian atau sebaliknya. Yang bisa memaksa otak dan syaraf untuk bekerja di luar kendalinya atau sebaliknya juga.


Ngga pernah bisa ditebak kapan tu cinta datang, atau kita paksa untuk pergi. Asal muasalnya dari senyuman, berkembang dengan kata – kata indah dan menjadi rasa nyaman. Kemudian bergejolak karena pertentangan dua ego, karena perbedaan prinsip. Akibatnya, muncul yang namanya benar dan salah, iya dan tidak. Ngga sedikit yang gagal dalam masalah pertentangan ini, ketika yang satu bilang salah dan yang satu bilang bener. Yang ini iya yang itu engga. Ngga sedikit yang akhirnya harus berjalan masing2, mencari mawar baru atau menunggu kupu2 menghampiri…


Gagal ??? Ngga juga. Justru di situ awal mulanya pembelajaran. Karna di situ banyak muncul pertanyaan yang mesti kita jawab. Banyak sikap yang harus kita ambil untuk menjadi lebh baik, Dan di sini peranan ego, sifat dan prinsip bermain dengan kencang.


Pernikahan, inilah kelanjutan cinta. Tempat di mana semua ego dan sifat jelek harus di kesampingkan. Tempat hawa nafsu dan energi negatif harus dimatikan. Di sini juga cinta kita di uji, dipertaruhkan di hadapan sang pencipta dan Undang-Undang.


Buah dari cinta dan pernikahan adalah anak, harapan semua umat manusia sebagai mahkluk yang paling sempurna. Sejak tangis pertama dan seiring perkembangannya, seiring pula cinta kita tumbuh dan berkembang menjadi gumpalan salju yang semakin besar. Tidak ada kata tidak untuk anak. Memberi tanpa balas, memaaf tanpa dendam, melepas untuk kebahagiannya.


Sampai akhirnya, kita tutup usia. Dan semoga kita bisa tersenyum, saat kita harus meninggalkan orang – orang yang kita cintai, Saat kita merasa selesai melaksanakan dan mengajarkan arti cinta kepada orang – orang yang kita tinggalkan. Kembali kepada-NYA, yang selalu mencintai.


Sakit, sedih, senang, bahagia, itulah bagian dari cinta. Bagian dari apa yang sudah disisipkan sejak jerit tangis pertama kita pecah. Sebuah pembelajaran dan motivasi untuk bisa merubah sikap, mengerti akan makna memberi tanpa pengharapan. Mengerti akan maaf dan makna kata tulus. Membuat senyuman dan kedamaian untuk orang – orang yang masih dan selalu ada di hati kita. Dan kembali kepada-NYA dengan senyuman pula. Itulah cinta ….

Sabtu, 03 November 2012

290. 5 Pertanyaan Pria yang Dibenci Wanita


Akuilah, wanita punya kemampuan khusus membaca makna tertentu di balik sebuah pertanyaan. Para pria sebaiknya hati-hati mengajukan pertanyaan jika tidak ingin kena semprot.

Ketika seorang pria menanyakan 'jam berapa ini?' pada saat menonton atau belanja berdua di sebuah mall, yang ada di otak wanita adalah, 'Saya bosan disini, saya ingin cepat-cepat kabur dalam beberapa menit lagi, apa yang saya lakukan di sini'.
  
Meskipun sebagian pria mengaku bukan itu maksudnya, namun sebagian lainnya memang sengaja mengatakan itu untuk mempertegas ketidaksukaannya. Hati-hati, wanita bisa membaca pikiran Anda jauh lebih baik dari yang Anda pikir.

Ini dia pertanyaan yang paling sering diajukan pria namun paling dibenci wanita, seperti detikhealth kutip dari Health24, Kamis (23/7/2009).

1. Masih Lama Nggak?
Wanita membenci pertanyaan ini karena ia merasa pasangannya tidak dapat mengerti betapa banyaknya yang harus ia persiapkan, terutama saat akan pergi ke pesta atau melakukan perjalanan jauh. Wanita selalu merasa harus pergi dalam keadaan rapi dan terkendali, yang mungkin membutuhkan waktu agak lama.

2. Apa Nggak Sebaiknya Kamu Mulai Olahraga Lagi?
Pertanyaan ini cukup membuat wanita sakit hati karena merasa digambarkan kurang sempurna atau tambah gemuk dan tidak diterima oleh pasangannya. Pria tidak mengerti bahwa wanita senang dihargai apa adanya, apalagi dengan kebiasaan ngemilnya yang tinggi.

3. Makan Apa Malam Nanti?
Meskipun kedengarannya tidak cukup menyakitkan, tapi wanita merasa tanggung jawabnya dituntut tanpa terkecuali. Apalagi jika si wanita lebih banyak menghasilkan uang daripada pria, ia akan merasa lebih tersinggung. Wanita berpikir bagaimanapun sibuknya pekerjaan di kantor, makan malam adalah tanggung jawabnya.

4. Seperti Apa Pacarmu Sebelumnya?
Wanita merasa dipojokkan dengan pertanyaan ini. Masalah cinta sebelumnya adalah masa lalu dan tidak ada hubungannya dengan masa kini. Ketika wanita merasa malu mendiskusikannya, pria merasa ada yang disembunyikan si wanita. Semua orang punya rahasia yang cukup disimpan dan merasa tidak perlu dibagi, jadi tidak perlu memaksa.

5. Bicara Dengan Siapa Tadi?
Yang membuat wanita tersinggung adalah karena mereka dianggap seperti barang dan bukan manusia. Setiap orang butuh teman, dan yang harus diketahui pria, tersenyum bukan berarti ia suka setiap pria yang ia senyumi.

Wanita memang sering berlebihan dalam berpikir, tapi tidak ada salahnya pria juga mengerti apa yang dipikirkan wanita demi mempertahankan hubungan yang baik.